31 Napiter di Lapas Cikeas dan Gunung Sindur Dipindahkan ke Lapas High Risk di Nusakambangan

Jakarta – Sebanyak 31 orang narapidana kasus terorisme (napiter) yang berasal dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cikeas dan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, dipindahkan ke Nusakambangan. Pemindahan ini dilakukan setelah petugas melakukan penilaian terhadap mereka.

Puluhan napiter tersebut dipindahkan ke Lapas Nusakambangan dengan pengamanan super ketat. Mereka akan ditempatkan di lapas high risk dengan ketentuan ‘one man one sel’.

“Agar lebih mudah dalam pengawasan dan memudahkan deradikalisasi napiter. Pengamanan ini berbeda dari napi yang lain karena atensi negara agar mereka terjaga dengan baik dan aman,” demikian disampaikan narator dikutip channel Humas BNPT, Minggu (26/9/2021).

Pada saat pemindahan napiter ke Nusakambangan, BNPT berfungsi sebagai koordinator dari instansi yang ada seperti Polri dalam hal ini Densus 88 Antiteror dan Kejaksaan. Napiter yang dipindahkan telah divonis bersalah dan mendapatkan kekuatan hukum tetap dari pengadilan.

“Pemindahan napiter ini beda dengan pemindahan napi biasa karena dilakukan pengamanan ekstra super ketat pada saat pemindahan. Ke-31- napiter telah melalui identifikasi dan penilaian dan masuk dalam kategori high risk sehingga semuanya dipindah ke Nusakambangan,” tutup narator tersebut.