MEDIA FRAMING  SITUS RADIKAL  “PENGHASUTAN UMAT”

Kegiatan yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)  dengan menggandeng komunitas- komunitas anak muda penggiat dunia maya untuk ikut aktif dan berperan serta dalam menyukseskan program Damai di Dunia Maya Tahun 2015, kegiatan ini juga untuk membentuk komunitas cinta damai, cinta NKRI, dan komunitas yang punya nasionalisme tinggi sehingga mereka tidak ingin Indonesia dipenuhi hasutan dan kekerasan yang ujung-ujungnya adalah terorisme. Pemuda dan Remaja Penggiat Dunia Maya ini dikumpulkan dalam rangka pembinaan dan pembekalan wawasan internet damai, isu- isu kedamaian dan harmonisasi antar umat, ketika dunia maya makin di jejali oleh pemberitaan-pemberitaan kekerasan, dan pemberitaan-pemberitaan berbau Penghasutan dan Pelecehan, Kegiatan yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada tanggal 25 Mei 2015 ini juga melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informasi sebagai Intansi yang memiliki Tupoksi dalam Pengawasan Internet Sehat, Internet Negatif sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri komunikasi dan informasi Nomor 19 Tahun 2014.

Acara ini mengundang puluhan anak muda yang memiliki kompetensi dan minat terhadap internet dari berbagai komunitas, acara berlangsung dengan heroik pemuda semakin mengerti wawasan kebangsaan dan nasionalisme, harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama, dan pesan-pesan damai yang semestinya dilakukan sebagai pemuda yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan Negara tercinta ini, tetapi pada media online SHOUTUSSALAM pada tanggal tersebut acara ini justru dituding dengan berbagai macam isu melalui pembelokan Judul dan isi Pemberitaan, acara dituding seolah-olah BNPT sedang melakukan sebuah Grand Desaign pelemahan Generasi Islam lihat saja judul yang digunakan,

AWAS ! BNPT Luncurkan Situs ‘Deradikalisasi’ Baru untuk Lemahkan Generasi Islam” kemudian konten atau isi berita Badan Nasional Penanggulangan Terorisme kini menyasar kaum muda Islam untuk melemahkan cahaya Islam yang mulai bangkit di Indonesia . BNPT melalui makarnya berharap agar kaum muda ikut aktif menyukseskan program 25 May 2015 deradikalisasi’ yang dibungkus dengan nama “Damai di Dunia Maya 2015″.

 Jika di analisis menggunakan metode Media Framing Pemberitaan dikemas dan dikontruksi sesuai dengan Kepentingan Pembuat Berita,  Framing Analysis merupakan metode untuk melihat cara bercerita (story telling ) media atas peristiwa. Cara bercerita itulah yang tergambar pada “cara melihat” terhadap realitas yang dijadikan berita. Cara ini  berpengaruh pada hasil akhir konstruksi realitas (dalam Eriyanto, 2005). Dapat dikatakan bahwa seorang wartawan dalam sebuah media akan mengemas peristiwa sesuai dengan cara pandang media tersebut. Sehingga dari cara pandang sebuah media kemudian akan mempengaruhi cara bercerita seorang wartawan, dengan demikian Pemberitaan tersebut dapat dikatakan sebagai bentuk Media Framing  Pemberitaan telah dibelokan secara halus untuk kepentingan Media tersebut agar menjadi opini dan Persepsi khalayak luas (masyarakat), Pemberitaan Media tersebut sedang Menkontruksi dan Mengarahkan Berpikir para Pembaca, dampak Media Framing ini dapat dikatan sebagai bentuk Penghasutan, dan secara psikologi sosial Pemberitaan ini akan berdampak Negatif terhadap Institusi atau Kelembagaan Negara dalam hal Ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *