Kemenag Lebak optimalkan penyuluhan cegah radikalisme

Lebak (ANTARA News) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Banten mengoptimalkan penyuluhan untuk mencegah penyebaran ajaran radikalisme maupun aliran sesat di daerah itu.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak Encep Safrudin Muhyi di Lebak, Banten, Kamis, mengatakan bahwa penyuluhan dimaksudkan agar jangan sampai ada warga terpengaruh ajaran radikalisme seperti empat warga Kecamatan Wanasalam yang menjadi anggota ISIS.

“Meskipun dua orang sudah keluar dari anggota ISIS, tetapi perlu diwaspadai penyebaran ajaran tersebut,” katanya.

Selain itu juga ditemukan ajaran sesat yang mengatasnamakan aliran Balakasuto di Kecamatan Lebak Gedong.

Karena itu, pihaknya berharap ajaran radikalisme dan aliran sesat tidak berkembang di Kabupaten Lebak.

“Kami minta warga mewaspadai ajaran itu karena bisa memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Untuk mencegah ajaran radikalisme, kata dia, pihaknya kini mengoptimalkan penyuluhan kepada petugas KUA, masyarakat, tokoh agama, pemuda dan lembaga pendidikan agama Islam.

Penyuluhan ini, ujar dia, untuk memberikan pembekalan dan pengetahuan ajaran Islam yang benar. Islam mencintai kedamaian juga persaudaran dan tidak cara-cara kekerasan.

“Kami berharap penyuluhan ini juga guna memperkuat tali persaudaran agar tidak terpengaruh ajakan ajaran yang menyimpang,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Lebak Ucuy Mashuri menilai pondok pesantren berperan dalam mencegah radikalisme yang tidak sesuai dengan agama Islam.

Apalagi, Kabupaten Lebak memiliki 1.018 ponpes yang terdiri atas pesantren salafi dan modern tersebar di 28 kecamatan. “Kami yakin Lebak bersih dari ajaran Islam radikal,” katanya.

Keberadaan ponpes hingga kini memberikan sumbangan besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Selain mencetak bangsa yang beragama, berakhlak dan bermoral juga membentuk karakter yang mencintai Tanah Air.

Bahkan, lulusan ponpes dapat berkiprah dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga mendukung percepatan pembangunan daerah.

Ilmu pengetahuan yang dikembangkan melalui ponpes itu antara lain tafsir Al Quran, hadits, fiqih, bahasa Arab, akhlak, akidah dan sejarah Islam.

Sistem pengajaran ponpes modern dipadukan dengan penerapan Bahasa Inggris.

“Kami optimistis Lebak bebas dari ajaran radikal karena peran ponpes cukup besar,” katanya.

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2015
sumber : antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *